Breaking News

Kamis, 08 September 2011

PROSES MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA (NUSANTARA)

MUQADDIMAH
Dalam kajian ilmu sejarah, tentang masuknya Islam di Indonesia masih “debatable”. Oleh karena itu perlu ada penjelasan lenih dahulu tentang penegrtian “masuk”, antara lain:
  1. Dalam arti sentuhan (ada hubungan dan ada pemukiman Muslim).
  2. Dalam arti sudah berkembang adanya komunitas masyarakat Islam.
  3. Dalam arti sudah berdiri Islamic State (Negara/kerajaan Islam).
Selain itu juga masing-masing pendapat penggunakan berbagai sumber, baik dari arkeologi, beberapa tulisan dari sumber barat, dan timur. Disamping jiga berkembang dari sudut pandang Eropa Sentrisme dan Indonesia Sentrisme.
Beberapa Pendapat Tentang Awal Masuknya Islam di Indonesia.
  1. Islam Masuk ke Indonesia Pada Abad ke 7:
    1. Seminar masuknya islam di Indonesia (di Aceh), sebagian dasar adalah catatan perjalanan Al mas’udi, yang menyatakan bahwa pada tahun 675 M, terdapat utusan dari raja Arab Muslim yang berkunjung ke Kalingga. Pada tahun 648 diterangkan telah ada koloni Arab Muslim di pantai timur Sumatera.
    2. Dari Harry W. Hazard dalam Atlas of Islamic History (1954), diterangkan bahwa kaum Muslimin masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M yang dilakukan oleh para pedagang muslim yang selalu singgah di sumatera dalam perjalannya ke China.
    3. Dari Gerini dalam Futher India and Indo-Malay Archipelago, di dalamnya menjelaskan bahwa kaum Muslimin sudah ada di kawasan India, Indonesia, dan Malaya antara tahun 606-699 M.
    4. Prof. Sayed Naguib Al Attas dalam Preliminary Statemate on General Theory of Islamization of Malay-Indonesian Archipelago (1969), di dalamnya mengungkapkan bahwa kaum muslimin sudah ada di kepulauan Malaya-Indonesia pada 672 M.
    5. Prof. Sayed Qodratullah Fatimy dalam Islam comes to Malaysia mengungkapkan bahwa pada tahun 674 M. kaum Muslimin Arab telah masuk ke Malaya.
    6. Prof. S. muhammmad Huseyn Nainar, dalam makalah ceramahnay berjudul Islam di India dan hubungannya dengan Indonesia, menyatakan bahwa beberapa sumber tertulis menerangkan kaum Muslimin India pada tahun 687 sudah ada hubungan dengan kaum muslimin Indonesia.
    7. W.P. Groeneveld dalam Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled From Chinese sources, menjelaskan bahwa pada Hikayat Dinasti T’ang memberitahukan adanya Aarb muslim berkunjung ke Holing (Kalingga, tahun 674). (Ta Shih = Arab Muslim).
    8. T.W. Arnold dalam buku The Preching of Islam a History of The Propagation of The Moslem Faith, menjelaskan bahwa Islam datang dari Arab ke Indonesia pada tahun 1 Hijriyah (Abad 7 M).
  1. Islam Masuk Ke Indonesia pada Abad ke-11:
    1. Satu-satunya sumber ini adalah diketemukannya makam panjang di daerah Leran Manyar, Gresik, yaitu makam Fatimah Binti Maimoon dan rombongannya. Pada makam itu terdapat prasati huruf Arab Riq’ah yang berangka tahun (dimasehikan 1082)
  2. Islam Masuk Ke Indonesia Pada Abad Ke-13:
    1. Catatan perjalanan marcopolo, menyatakan bahwa ia menjumpai adanya kerajaan Islam Ferlec (mungkin Peureulack) di aceh, pada tahun 1292 M.
    2. K.F.H. van Langen, berdasarkan berita China telah menyebut adanya kerajaan Pase (mungkin Pasai) di aceh pada 1298 M.
    3. J.P. Moquette dalam De Grafsteen te Pase en Grisse Vergeleken Met Dergelijk Monumenten uit hindoesten, menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13.
    4. Beberapa sarjana barat seperti R.A Kern; C. Snouck Hurgronje; dan Schrieke, lebih cenderung menyimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13, berdasarkan saudah adanya beberapa kerajaaan islam di kawasan Indonesia.
Siapakah Pembawa Islam ke Indonesia?

penasaran???langsung aja klik link di bawah ini   :

http://sejarawan.wordpress.com/2008/01/21/proses-masuknya-islam-di-indonesia-nusantara/
Read more ...

Jumat, 11 Februari 2011

MENANTI SANG PEMBAHARU DI BUMI SAKA MESSE NUSA Oleh Jabal Samallo

MENANTI SANG PEMBAHARU DI BUMI SAKA MESSE NUSA
Oleh Jabal Samallo

Keinginan masyarakat Seram Bagian Barat untuk Kabupaten ini kembali di pimpinan oleh anak negeri dapat terjawab karena dari 6 pasangan calon yang telah mendaftar di KPU ada 3 calon bupati dan 4 calon wakil bupatinya itu adalah anak adat, calon bupati Jacobus Puttilehalat, Yan Haumasse dan Yasin Payapo sedangkan calon Wakil Bupatinya adalah Robert Souhali, Ruben Turukay, Sahlan Heluth dan Hanoc Mandagu. Dengan sendirinya ke- 6 pasangan calon ada anak adat. Kalau kita amati dari ke-6 pasangan yang telah mendaftarkan diri di KPU, pasangan dominasi anak adat adalah Yan Haumasse – Sahlan Helut sedangkan pasangan yang lain anak adat dan pendatang.

Sebagian kecil masyarakat Seram Bagian Barat menginginkan agar pemilukada kali ini harusnya di berikan kesempatan kepada anak adat yang menjadi Bupati, tetapi kemudian apakah masyarakat SBB ini hanya anak adat ?

Kabupaten Seram bagian Barat di huni oleh masyarakat adat dan pendatang yang berasal dari Sulawesi Tenggara (Buton), Jawa dan lain-lain. Masyarakat Sulawesi Tenggara adalah pendatang yang jumlahnya hampir sama dengan masyarakat adat. Masyarakat Sulawesi Tenggara juga memiliki peranan dan berhak dalam menentukan pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Barat, salah satunya di bidang politik. Sehingga saat pemilukadapun banyak figure masyarakat Sulawesi Tenggara yang maju untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah di Kabupaten hasil pemekaran dari Maluku Tengah ini.
pada Pemilukada periode 2011 – 2016 ini ada 2 putra Sulawesi Tenggara yang mencalonkan diri untuk menjadi Kepala daerah, yaitu Hi. La Kadir dan Irwan La Aru yang dan 2 mencalonkan diri menjadi wakil Kepala Daerah yaitu, La Ode Muhammad Husni dan Nurdin.

Dari ke-6 pasangan calon yang telah mendaftarkan diri, figure yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Seram Bagian Barat adalah Jacobus Puttileihalat dan La Kadir karena saat ini adalah incumbent, tetapi mereka berdua tidak lagi bersama, namun La Kadir juga merebut posisi calon Bupati tidak lagi mendampingi Jacobus Puttileihalat, tetapi apakah kemudian masyarakat akan memberikan kesempatan kembali kepada kedua figure ini untuk kembali memimpin untuk periode selanjutnya, jawabannya ada pada masyarakat Seram Bagian Barat yang selama 5 tahun menilai gaya kepemimpinan kedua figure ini.
sedangkan 4 pasangan lainnya adalah muka baru yang meramaikan pentas politik local di bumi tiga batang air ini,

Dari hasil pengamatan saat pendaftaran di KPU dan dukungan partai ternyata pasangan Jacobus Puttileihalat – La Ode Muhammad Husni dan La Kadir – Robert Souhali, masih mendapat keperayaan oleh masyarakat dan partai politik yang ada di Seram Bagian Barat, mungkinkah diantara kedua pasanagn incumbent ini ada yang berpeluang kembali untuk di percayakan oleh masyarakat pada tanggal 11 mei 2011 mendatang ? ataukah keinginan kedua incumbent ini untuk kembali menakhodai kabupaten yang di mekarkan bersamaan dengan Kabupaten Kepulauan Aru dan Seram Bagian Timur ini di pangkas oleh ambisi pasangan Yan Haumasse – Sahlan Heluth yang ini jelas-jelas telah terbukti mendapat dukungan oleh masyarakat lewat jalur independen ataukah pasangan kuda hitam Irwan La Aru – Hanoc Mandagu dengan berkat tangan dingin Hi. La Aru, ataukah bisa saja Tuhan berkata lain sehingga pasangan yang paling asing bagi masyarakat Nurdin Mony - Ruben Turukay dapat mematahkan sayap kedua incumbent ini. Mungkin juga bisa dengan startegi dan taktik yang di mainkan oleh tim sukses pasangan Yasin Payapo – Nurdin dapat menghantarkan mereka berdua ke kursi empuk SBB 1 & 2, walaupun sampai saat ini tim suksessnya tidak perna menyadari bahwa ini adalah pemihan Kepala daerah dan wakil Kepala daerah kabupaten Seram Bagian Barat bukan camat Seram Barat? sehingga walaupun mereka berdua berasal dari kecamatan Seram barat tetapi memberanikan diri untuk mengikuti pemilihan kepala daerah ini , ataukah mungkin saja mereka berpikir bahwa SDM masyarakat kecamatan Kairatu, Taniwel & Waesala belum dapat menjadi Kepala Daerah,

Seram Bagian Barat, merupakan salah satu daerah pemekaran di wilayah Provinsi Maluku berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2003. dengan Luas wilayah 53.148 Km² yang terdiri dari luas daratan 4.090 Km² (71,69 %) dan luas Lautan 49.058 Km² (92,31 %).

Kabupaten Seram Barat merupakan salah satu kabupaten yang paling terdekat dengan ibu kota Provinsi Maluku, yakni berjarak + 100 km. Secara adminstratif daerah ini terdiri dari 4 Kecamatan + kecamatan pemekaran dan 89 Desa serta 126 Dusun yang tersebar dalam 4 Kecamatan + kecamatan pemekaran.

Potensi hasil hutan dan hasil laut yang melimpah ruah belum dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah, karena terbatasnya sarana dan prasarana juga disebabkan karena terbatasnya sumber daya manusia yang berkualitas.
kiranya dengan pemilukada ini, masyarakat dapat menentukan pilihan tepat untuk menentukan pasangan yang terbaik untuk memimpin Kabupaten yang berjuluk Saka Messe Nusa ini 5 tahun kedepan dari ke-6 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang merupakan putra-putra terbaik Tala Eti sapalewa ini.

Tanggal 11 Mei 2011 adalah jawaban atas semua kegelisahan masyarakat Seram Bagian Barat, apakah pemilukada kali ini dapat menghasilkan pemimpin pembaharu yang memiliki vissi misi yang dapat menghantarkan masyarakat Seram Bagian Barat menuju kesejahteraan, ataukah,,,,,,,,,,,, selamat moga sukses..

Tapile
Rabile
Lanite
Sari Yami
( Bumi Langit Matahari menjadi saksi bagi kami) masyarakat Seram Bagian Barat menentukan pilihan..
Read more ...

Senin, 07 Februari 2011

Pemarah Dan Penyabar

Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar. Seseorang yang tidak bisa merasa marah tidak bisa disebut penyabar, karena dia hanya tidak bisa marah. Sedangkan seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar. Dan bila Anda menga...
Read more ...
Designed By